Friday, February 03, 2012


Gak bisa kita pungkiri setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti punya permasalahan sendiri-sendiri. Mulai dari masalah yang kecil sampai yang di "rasa" berat. Dari lingkungan rumah, pekerjaan atau kantor hingga lingkungan pergaulan di masyarakat.

Berbagai cara kita mencoba menghadapi dan menyelesaikan masalah, ada juga yang berusaha mengindar dari masalah. Namun seberapa jauh kita menghindar, masalah itu akan tetap hadir mulai dari bangun tidur hingga kita akan tidur kembali. 

Saya pikir, ketika kita mendapat atau mengahadapi masalah, bukan sumber masalah atau siapa yang salah hingga membuat masalah itu ada. Kita akan lelah jika selalu mencari kesalahan demi kesalahan orang perorang terhadap setiap masalah yang timbul. Energi kita akan habis hanya mengurusi si pembuat masalah atau mencoba memberi sanksi terhadap si pembuat masalah yang akhirnya menimbulkan rasa tidak percaya terhadap si pembuat masalah.

Yang pertama harus kita lakukan adalah mencari "SOLUSI" agar masalah yang dihadapi dapat diredam dan diminimalisir agar tidak menjadi permasalahan yang kian melebar atau membuat suatu impian atau pekerjaan menjadai gagal.

Setelah SOLUSI kita dapatkan, apakah kita harus mengejar kembali si pembuat masalah? habis energi bung!... yang sebaiknya kita lakukan adalah dengan mencoba mencari  "apa yang menjadi dia membuat kesalahan", kadang secara tidak sadar kita sendiri yang membuat orang tersebut melakukan kesalahan.

Bukannya saya menggurui namun ini pernah terjadi dalam hidup saya, so ?...  Tetap Optimis bahwa setiap Masalah pasti ada SOLUSI, tergantung kita mau Melihat SOLUSI dahulu atau Mencari Sumber masalah.

Salam,

Monday, October 10, 2011

Lihatlah Ketika Tidur

Saya masih ingat waktu teman saya memberi saya saran dalam memilih pasangan hidup. "kalo mau lihat wajahnya yang cantik jangan pada saat dia tidur, tapi saat dia bangun tidur!"... benar atau tidak saya tidak pernah membuktikannya. saya pikir itu mah perkara kecil, tapi setelah menikah baru saya sadar, saat saya lihat istri saya sedang tidur sangat anggun dan mempesona, saya membanyangkan jika saya tidak memperistrinya saya tidak mungkin bisa menyaksikan dia saat tidur dan hanya bisa lihat disaat dia bangun tidur aja hehehehe...

kembali ke topik sedang tidur dan bangun tidur, istri saya anggun saat tidur karena dia memang cantik saat tidak tertidur. Nah jika saya sedang tidak tidur aja begini mukanya apa lagi sedang tidur ya..... waduh !... untung aja istri saya mengikuti saran teman saya itu, dia hanya lihat saya setelah bangun tidur kalo pas tidur celaka dua belas saya.....

Nah foto foto di bawah ini mengingatkan saya tentang bangun tidur dan sedang tidur, bagaimana pendapat anda, benarkah kalo mau lihat wajah asli pasaangan saat dia tidur atau bangun tidur ? kalo mau nekat lihat pasangan pas dia tidur... resikonya lebih besar lho... coba cekidot foto foto di bawah ini







Friday, July 01, 2011

berusaha untuk tetap tegar

Sedih kehilangan orang yang dicintai, bukan berarti semangat untuk meneruskan kehidupan ini menjadi lemah. Sebuah kehilangan menjadikan acuan, bahwa kita akan bernasib sama dengan orang yang kita cintai tersebut, dan ini waktu yang tepat untuk mebenahi hidup ini agar kelak ketika sudah waktunya kita pergi meninggalkan kehidupan ini kita sudah menyiapkan sebuah warisan kehidupan yang lebih layak bagi generasi penerus kita, pendidikan yang layak bagi anak kita, warisa ahlak yang mulia, warisan sikap tenggang rasa terhadap sesama dan warisan mencintai manusia lain dan menghargainya selayaknya manusia seperti kita.

selamat jalan nenek tercinta, semoga amal ibadah mu di terima Nya, dan warisan ilmu mu berguna bagi kami anak dan cucumu.

Monday, June 27, 2011

Mencoba Beraktifitas (kembali...)

I'll be back...
semoga harapan saya untuk dapat menuliskan catatan kehidupan yang tertunda selama kurun waktu 4 tahun dapat terlaksana....

Wednesday, May 16, 2007

Thank You for Your Love

Sayang....

Tiga tahun lalu, cinta mulai bersemi di hati kita
dan kita lalui hari dengan cita, cerita dan cinta...

Dua tahun lalu, keluarga kita bertemu
dan ungkapkan keinginan untuk meminangmu

Satu tahun lalu, di depan penghulu
kujabat erat ayahmu untuk ungkapkan kesungguhanku di atas kitab suci

Tiga Bulan setelah itu
Kau mengandung benih cinta kita

Satu bulan yang lalu kita dianugerahi buah hati kita...

Terima kasih ku ucapkan atas kesetiaanmu mendampingiku,
semoga kelak esok hari segala harapan dan keinginan dapat terwujud, Amin...

Thanks Bunda!...
Love You.....